Giliran Guru Angkatan 2005-2015 Disertifikasi
Maret Tahun Depan Mulai Seleksi
JAKARTA - Tanggungan
sertifikasi 1,3 juta guru yang diangkat sebelum 2005 sudah tuntas. Tahun
depan giliran guru yang diangkat mulai dari 2005 hingga 2015
disertifikasi. Teknis pelaksanaan sertifikasi diubah untuk mendongkrak
kualitas guru.
Kepala Badan Pengembangan SDM
Pendidikan, Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kemendikbud Syawal
Gultom mengatakan, istilah program sertifikasi untuk guru yang diangkat
sebelum 2005 adalah Sertifikasi Guru (Sergur) Dalam Jabatan.
Sedangkan untuk guru-guru yang diangkat
mulai 2005 hingga 2015, dipakai istilah Pendidikan Profesi Guru (PPG)
Dalam Jabatan. "Intinya sama, yakni mensertifikasi guru-guru yang belum
bersertifikat tetapi sudah mengajar," katanya seperti yang dikutip Cahbrebes2010.blogspot.com dari JPNN.
Penghitungan awal masa bekerja
menggunakan SK NIP bagi guru PNS. Sedangkan bagi guru di sekolah swasta,
acuannya adalah SK pengangkatan guru tetap oleh yayasan.
Mantan rektor Universitas Negeri Medan
(Unimed) itu menjelaskan, beban atau tanggungan sertifikasi guru jauh
lebih sedikit. Syawal mengatakan total kuota sertifikasi guru angkatan
2005-2015 adalah 600 ribu orang.
Khusus untuk gelombang sertifikasi tahun
pertama (2015), kuotanya hanya 50 ribu guru. Sedangkan tanggungan
sertifikasi guru yang diangkat sebelum 2005 adalah 1,3 juta orang.
"Skala prioritasnya akan menggunakan sistem seleksi," tutur Syawal.
Seleksi peserta sertifikasi guru 2015
akan dilaksanakan sekitar Maret tahun depan. Kemudian yang lulus akan
mengikuti pendidikan keguruan di lembaga pendidikan tenaga kependidikan
(LPTK) selama dua bulan.
Setelah mengikuti pendidikan di LPTK
selama dua bulan, guru peserta sertifikasi dikembalikan lagi ke sekolah
asal untuk praktek. "Praktek setelah mengikuti pendidikan ini sekitar
dua bulan juga," jelas Syawal.
Setelah praktek di sekolah asal itu,
guru tadi kembali ke LPTK untuk mengikuti ujian akhir. Jika dinyatakan
lulus, guru bersangkutan akan mendapatkan sertifikat profesi guru.
Sertifikat ini adalah salah satu syarat mendapatkan tunjangan profesi
guru (TPG).
Syawal mengatakan program sertifikasi
sebelumnya tidak ada sesi praktek kembali ke sekolah asal. Padahal
praktek ini penting, untuk mengasah hasil pendidikan di LPTK.
Beban pendidikan di LPTK antara satu
guru dengan guru lainnya juga berbeda. Bagi guru dengan jam terbang
mengajar yang tinggi, akan memiliki modal 10 SKS. Sehingga tinggal
mengambil kekurangan 26 SKS ketika masa pendidikan di LPTK. Kemendikbud
menetapkan total beban pendidikan sertifikasi guru ini sebesar 36 SKS.
Syawal menceritakan tanggungan
sertifikasi guru yang diangkat sebelum 2005 mencapai 1,3 juta, diduga
karena ada penggelembungan. Di lapangan banyak guru yang aslinya baru
mengajar setelah 2005, tetapi mengaku sudah mengajar sebelum 2005.
Praktek nakal ini sangat memungkinkan
dilakukan untuk kelompok guru swasta. Sebab guru mudah sekali
kongkalikong dengan pihak yayasan pengelola sekolah untuk membuat SK
pengangkatan fiktif. Secara administrasi SK pengangkatan itu resmi
karena dikeluarkan oleh yayasan. Tetapi SK itu dibuat dengan tujuan
seakan-akan guru bersangkutan sudah mulai mengajar sejak sebelum 2005.
"Kita tidak bisa berbuat apa-apa. Karena
secara administrasi mereka bisa menunjukkan SK pengangkatan guru dari
yayasan sejak sebelum 2005," jelas Syawal. Banyak guru yang mengaku
sudah mengajar sejak sebelum 2005, tujuannya ingin segera mendapatkan
pencairan TPG. (wan)
No comments:
Post a Comment